Ciri-Ciri Kesombongan

December 30th, 2005 by adepoenya
"Iblis tak mau bersujud kepada Adam, sehingga dimurkai Allah SWT, dikarenakan kesombongannya. Bahkan tak akan masuk surga orang yang didalam hatinya ada kesombongan, walaupun sebesar biji dzarah. Karena itu, mari kita selidiki apakah ada ciri-ciri kesombongan yang melekat dalam diri. "

1. Cepat mengumbar amarah.
2. Suka memotong percakapan orang.
3. Suka bersitegang ketika terjadi beda pendapat.
4. Rautnya menunjukkan ketidaksenangan ketika ada orang yang memiliki wawasan lebih, pangkat lebih, harta lebih atau penampilan fisik lebih.
5. Setiap bercakap-cakap selalu meninggikan suara dan membesar-besarkan dirinya.
6. Pantang ditegur meskipun diri salah.
7. Susah berterima kasih dan susah meminta maaf.

ikin_covlamot@plasa.com

SKAR MAHHA MERRU

December 28th, 2005 by adepoenya

DI TINGGI PUNCAK GUNUNG

SUNYINYA DINDING DINDING KABUT

DINGINNYA MALAM MENUSUK TULANG

DENGAN MATA YANG AMAT LETIH

DENGAN BAHU YANG AMAT LESU

DENGAN KAKI YANG AMAT LETIH

KULANGKAHKAN

SELANGKAH DEMI SELANGKAH

KU TEGARKAN HATI

KUPASRAHKAN DIRI DEMI

MECAPAI PUNCAK TERTINGGI

MAHAMERU……….MAHAMERU…………….OH MAHAMERU

By: dedek

ikin_covlamolaot@plasa.com

Hidup Hanya Sebuah Karangan Cerita

December 28th, 2005 by adepoenya

Menghitung mundur waktu yang ada
Membuat jiwa ini resah

Terhempas raga ini
Bagai kapal tanpa arah
Terdayung ombak ditengah hening malam

Jiwa ini terkoyak tanpa rasa sakit
Hanya perih terasa dengan sekelumit cerita hati kesedihan

Resapi apa yang terjadi
Menanti keadaan yang sebenarnya tiada

Mencoba mengapai cerita bahagia yang tak nyata
Mencoba menghirup udara cinta yang tiada

Perjalanan sunyi ini terasa panjang
perputaran waktu itu terasa lamban
Imajinasi ku tak bergulir
Merangkai puisi kehidupan sepi ini

Raut kepedihan menyelimuti jantungku
Berdetak tak berdetak
Berhenti tak berhenti

Hidupku ini hanya karangan cerita
Hidupku ini hanya sebuah perjalanan naskah
Tak bersuara, Tak bergema, Tak berirama
Biru membisu dan runtuh

HIDUP INI HANYA SEBUAH KARANGAN CERITA
**************************************

ikin_covlamot@plasa.com

Hati Yang Buta

December 28th, 2005 by adepoenya

Semoga Allah Yang Maha Menatap, Yang Mengurus diri kita setiap saat. Benar-benar menyadarkan kita, bahwa hidup di dunia ini hanya mampir, hidup di dunia hanya sebentar. Semoga Alloh meyakinkan kita, bahwa akheratlah tempat yang kekal. Sebaik - baik tujuan, sebaik - baik cita – cita, yakni sesuatu yang kekal. Bagaimana mungkin, kita menggadaikan yang kekal, dengan sesuatu yang akan sirna.

“Keajaiban yang sangat mengherankan terhadap orang yang lari dari apa yang sangat dibutuhkan, dan tidak dapat lepas daripadanya. Dan berusaha mencari apa yang tidak akan kekal padanya. Sesungguhnya bukan mata kepala yang buta, tetapi yang buta ialah mata hati yang ada di dalam dada.” (Kitab Al Hikam, Syekh Ahmad Ataillah)

Saudaraku yang baik. Kita sering prihatin, kasihan, kepada orang yang matanya tidak melihat. Padahal tidak melihat dunia, bukan masalah besar. Masalah besar itu ketika hati yang buta. Apa hati yang buta ? yakni orang yang tidak bisa melihat kebenaran.

Salah satu ciri hati yang buta yaitu tidak bisa membedakan mana yang kekal, dan mana yang akan sirna. Kebutaan hati akan membuat seseorang tidak mengenal Alloh. Yang dikenal hanyalah dunia. Sehingga, orang yang mata hatinya buta, dia lebih sibuk mencari duniawi dibanding kedudukan di sisi Alloh.

Lihatlah para pecinta dunia. Mereka rela berkelahi satu sama lain dengan menggadaikan waktu, pikiran, tenaga, hanya demi memburu dunia yang pasti ia tinggalkan.

Sekaya apapun seseorang, tetap akan meninggalkan apa yang ia miliki. Istana, kekayaan, kedudukan, semuanya akan ia tinggalkan. Para pecinta dunia, mereka tidak bisa melihat sesuatu yang lebih indah, lebih besar, lebih agung, selain daripada hiruk pikuk duniawi.

Al Qur’an menyiratkan, “Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah” (QS. Faathir 35 : 5). Jadi kalau kita terlalu terkesima oleh dunia, berarti kita telah siap tertipu. Lalu, apakah dunia harus kita acuhkan ? oh..tentu tidak, karena dunia ini merupakan ladang kita beramal.

Semakin cinta kepada dunia, akan semakin takut kehilangan. Namun, jika kita mencintai akherat dengan bekal dunia, kita tidak akan takut kehilangan. Nah…, orang-orang yang buta hatinya, mereka takut kehilangan dunia, namun tidak takut kehilangan kedudukan di sisi Alloh. Wallahu a’lam (mikha)

ikin_covlamot@plasa.com

10 kiat menjadi sahabat

December 27th, 2005 by adepoenya

1) Pilih orang yang mempunyai minat sama seperti ikhwah, supaya diri lebih mudah beradaptasi karena mempunyai persamaan. Tapi jangan menafikan orang yang sekilas tidak mempunyai persamaan diri. Ketahuilah, bersikap terbuka itu baik untuk ikhwah.

2) Ingatlah pada satu pedoman penting, yaitu berlaku baik terhadap orang lain, sebagaimana ikhwah ingin diperlakukan. Sekiranya ikhwah menghormati orang lain,orang lain akan menghormati diri juga.

3) Sadari bahwa tiada siapapun yang sempurna, setiap orang mempunyai sifat-sifat aneh dan lemah, sehingga menerima kelemahan antara satu sama lain bisa mempererat persahabatan.

4) Hargai pendapat satu sama lain.

5) Sadari bahwa kawan yang rapat sekalipun tidak dapat bersama 24 jam. Bina minat-minat yang lain dan jangan cemburu apabila sahabat ikhwah mempunyai minat-minat lain, dan berhasil dalam menggeluti bidang yang disenanginya.

6) Komunikasi sangat penting, seorang kawan tidak selamanya bisa membaca pikiran ikhwah. Sekiranya ada sesuatu yang mengganggu persahabatan kita, beritahulah.

7) Jangan biarkan faktor luaran seperti tekanan (stress) meregangkan persahabatan kita. Kawan yang baik akan membiarkan sahabat melepas perasaan kepada mereka, tetapi jangan hanya mempergunakan mereka untuk melepaskan perasaan. Sebagai balasan, ikhwah-ikhwah sepatutnya bersedia untuk mendengar keluhan mereka pula.

8) Belajar satu sama lain.

9) Jangan membicarakan keburukan-keburukannya di belakang ikhwah sahabat.

10) Pilih kata-kata dengan bijaksana karena ikhwah tidak bisa menariknya kembali.

ikin_covlamot@plasa.com